6 Langkah Menemukan Ide Solutif dan Diminati Pasar
Image Source : freepik.com

6 Langkah Menemukan Ide Bisnis yang Inovatif dan Disukai Pasar

Tidak sedikit orang yang berfikir untuk membangun sebuah bisnis. Tetapi, kebanyakan dari mereka akhirnya tidak merealisasikan niat tersebut. Ada banyak hal yang membuat keinginan untuk direalisasikanya untuk membangun bisnis, bisa disebabkan karena kemauan atau niat yang kurang besar, kurangnya modal, merasa jika dirinya belum siap, dan lain-lain.

Dari sekian banyaknya alasan, salah satu yang paling banyak membuat langkah para calon pengusaha menjadi terhambat yaitu karena kesulitan menemukan ide bisnis yang cocok, prospektif, serta yang kreatif. Ide merupakan cikal bakal dari sebuah bisnis. Ide yang matang, bisa membuat sebuah bisnis menjadi sangat potensial untuk berkembang menjadi suatu bisnis yang besar.

Ide bisnis adalah sesuatu yang nampaknya sederhana, namun justru memiliki nilai yang sangat tinggi. Dengan tanpa adanya ide bisnis yang kreatif, bisnis tersebut akan sama dengan bisnis lainya yang sudah ada, tidak ada keistimewaannya. Banyak dari beberapa pengusaha yang sudah menunjukan hasil manis dari ide bisnis yang kreatif dan solutif. Sebut saja perusahaan-perusahaan ojek daring, Pet butler, ataupun perusahaan e-commerce yang telah sukses menjadi unicorn di Indonesia.

 

Cara Sederhana Menemukan Ide Inovatif yang Disukai Pasar

Menurut Milan Kundera, sebuah bisnis itu pada dasarnya hanya mempunyai dua fungsi, yaitu inovasi dan pemasaran atau marketing. Fungsi inovasi yaitu ide atau gagasan yang mendasari sebuah bisnis, untuk kemudian dieksekusi dalam operasional seiring berjalannya bisnis tersebut. Setidaknya ada 7 cara sederhana agar bisa menemukan ide bisnis inovatif yang disukai pasar, antara lain sebagai berikut:

BACA JUGA :  7 Kesalahan yang Harus Dihindari Sebagai Freelancer Pemula

 

1. Temukan Masalah yang Dialami di Pasar

Sebuah bisnis atau usaha mempunyai sebuah esensi penting yang sangat mendasar. Ketika seseorang mulai terjun ke dunia bisnis, maka sejatinya dia sedang memberikan sebuah penawaran solusi atas masalah yang sedang dialami di pasar. Solusi ini lalu kemudian dikenal sebagai produk.

Sehingga, apabila seseorang ingin membangun bisnis dengan ide inovatif dan diminati pasar, maka dia tidak boleh melupakan esensi yang paling penting tersebut. Harus melakukan riset pasar terlebih dahulu lalu kemudian menemukan permasalahan yang sedang dihadapi oleh pasar. Kemudian carilah ide-ide yang sekreatif mungkin agar dapat menciptakan produk yang inovatif dan solutif untuk memecahkan masalah yang ada di pasar tersebut.

 

2. Peka dengan Permasalahan yang Dialami Diri Sendiri Maupun Orang Lain

Selain Anda harus mencari permasalahan yang dialami pasar melalui sebuah riset, seringkali ide-ide bisnis itu datang dengan tidak disangka-sangka, kadang bisa melalui obrolan keseharian atau bahkan pengalaman dari pribadi sendiri. Tanpa sadar seringkali masalah-masalah yang dialami Anda, kerabat, atau teman Anda itu merupakan permasalahan yang juga dialami oleh pasar.

Salah satu hal yang seolah-olah terlupakan ketika mencari masalah dari pasar secara langsung adalah seringkali mereka tidak menyadari masalah dan kebutuhan yang mereka alami sendiri. Karena itulah Anda harus bisa peka memahami kebutuhan atau masalah-masalah yang ada di sekeliling Anda, termasuk pada Anda sendiri.

 

3. Kombinasikan dengan Produk yang Sejenis

Bagi seseorang yang baru akan masuk ke sebuah pasar, penting bagi dirinya untuk mengetahui dan juga mempelajari produk apa saja yang sudah ada di pasaran. Tugas Anda tidak hanya sekedar mengetahuinya saja, namun memahami nya dan menilai kelebihan dan kekurangan produk kompetitor tersebut.

BACA JUGA :  Tips Mengelola Stres untuk Ibu-ibu Pengusaha

Aspek-aspek seperti keinginan yang belum terwujud dari pasar terhadap produk yang sudah ada, menjadi suatu catatan penting yang harus Anda dapati. Dengan informasi tersebut, Anda bisa mengkombinasikan dan juga menciptakan ide bisnis baru yang lebih inovatif, kompetitif dan kreatif.

Garis besar nya, ada 3 step yang harus Anda lalui, yaitu: amati, tiru, dan modifikasi atau biasa disingkat menjadi ATM. Contohnya, bagaimana ojek online yang muncul karena tingginya kebutuhan transportasi, dan menyempurnakan produk ojek konvensional di berbagai aspek yang telah ada sebelumnya.

 

4. Menguji Ide Bisnis Anda

Jika pada point-point sebelumnya Anda telah melakukan riset pasar untuk menemukan masalah atau kebutuhan pasar, pada point ini, Anda disarankan agar melakukan pengujian ide yang telah Anda temukan terlebih dahulu, apakah kira-kira ide Anda bisa diterima pasar dan memecahkan masalah atau tidak, cukup solutif atau tidak.

 

5. Mempelajari Tren Masyarakat

Pola konsumsi yang dialami masyarakat seringkali sangat dipengaruhi oleh tren yang berkembang. Contohnya, sempat viral jajanan es boba atau es kepal Milo. Serentak, banyak masyarakat ingin membeli produk tersebut dan mulailah bermunculan pengusaha-pengusaha baru untuk menjual produk yang sedang trend tersebut.

Namun tantangannya adalah agar mampu memodifikasi produk yang sedang menjadi trend dan di minati pasar agar menemukan keunikan tersendiri. Apabila Anda tidak melakukan modifikasi, maka produk Anda akan sama dengan kompetitor lainnya atau mainstream, dan sangat sulit memenangkan persaingan. Karena itu, maka cermati di bidang tersebut, dan berikan aspek-aspek produk yang lebih inovatif dan unggul dari kompetitor Anda.

 

6. Berfikir secara Out of The Box

Ketika banyak orang membangun bisnis berdasarkan apa yang telah ada sebelumnya, Anda harus dapat menemukan ide bisnis yang justru diluar kebiasaan tetapi tetap memberikan solusi bagi pasar. Kita dapat melihat bagaimana konsep belanja online yang digagas oleh perusahaan start up tidak mengikuti kebiasaan jualan dan transaksi yang dari dulu sudah dilakukan yaitu secara konvensional. Dan pada akhirnya, belanja online menjadi sebuah tren dan lebih disukai banyak masyarakat.

BACA JUGA :  Ide dan Tips Membuka Bisnis Rumahan dengan Budget tidak Besar

Hilangkan batasan ide yang bersifat tradisional, kemudian ciptakan dengan cara Anda sendiri dalam membuat produk yang tetap solutif. Anda dapat mempelajari perkembangan berbagai teknologi yang semakin maju dan menawarkan berbagai kemudahan dari ide bisnis yang Anda kemukakan.