Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar Tidak Terjebak Hutang
Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar Tidak Terjebak Hutang

Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar Tidak Terjebak Hutang

Mengatur keuangan rumah tangga menjadi ilmu penting yang harus dipelajari oleh pasangan sejak sekarang. Mereka bisa melihat bagaimana kedua orang tuanya menjalankan roda sehingga terlihat baik-baik saja.

Perlu diketahui ada banyak faktor yang akan mempengaruhi kehidupan Anda dengan pasangan setelah menikah. Selain orang ketiga faktor terbesar lainnya adalah uang, mungkin selama belum punya masih baik-baik saja.

Tetapi, semua berubah saat anak sudah lahir. Kebutuhan tidak terduga bisa berkali lipat, terutama untuk program sosial seperti membantu tetangga sakit, atau ada acara pernikahan dan lain sebagainya.

Jika tidak dipikirkan secara matang, keuangan terbengkalai jatuhnya untuk kebutuhan sehari-hari menjadi kurang, lalu kalau sudah begini bagaimana? Hutang solusinya, tidak mau terjadi seperti itu bukan?

Tips Mengatur Keuangan Rumah Tangga

Poin pertama yang harus diperhatikan adalah berkomunikasi dengan pasangan, dalam satu bulan perlu membeli apa saja. Misalnya membeli sabun mandi, sayur, beras, minyak, gas, dan lain sebagainya.

Perlu diingat, harus kepentingan primer bukan sekunder. Jika sudah tahu semua, bila uang gaji masih sisa cukup untuk tabungan, maka memakai acuan tersebut boleh saja, bagaimana kalau pas?

Maka harus ada yang dikurangi, karena  dalam mengatur keuangan rumah tangga tersebut menabung adalah kewajiban. Tidak boleh melewatkannya, terutama saat belum punya momongan tabungan harus dua kali lipat.

Selain itu, masih ada beberapa hal yang perlu dilakukan agar pengelolaan keuangan ini dapat berjalan maksimal, apa saja itu? Mari coba simak beberapa poin selanjutnya, siapa tahu cocok untuk Anda.

  1. Adanya Skala Prioritas

Mengatur keuangan rumah tangga berikutnya adalah skala prioritas. Jadi, Anda dan pasangan membuat daftar keinginan, misalnya saja membeli rumah. Fokus ke untuk membeli rumah terlebih dulu, jangan tergoda lainnya.

BACA JUGA :  Perencanaan Keuangan Perusahaan yang Mudah dan Tepat

Kecuali, uang lainnya itu tidak diambil dari dana tambahan. Misalnya saja, seorang guru mendapatkan sertifikasi tunjangan. Uang ini bisa digunakan untuk keperluan lain dan tidak diwajibkan menjadi semua prioritas.

Contoh lagi, jika punya anak skala prioritasnya adalah sekolah sampai kuliah. Selama uang gaji belum terpenuhi semua maka jangan beralih ke yang lainnya. Misalnya saja membeli rumah atau mobil.

Dalam mengatur keuangan rumah tangga hal seperti ini memang sangat penting, tetapi tetap harus punya skala prioritas. Walaupun gaji Anda mencapai miliaran, tanpa adanya perencanaan yang bagus pasti akan habis.

  1. Hidup Hemat

Tips berikutnya adalah hidup hemat, hal ini memang sedikit bingung karena definisinya sendiri dapat diartikan secara luas. Hanya saja, poin paling penting adalah jangan mengeluarkan uang berlebihan.

Contoh, membeli makanan kalau bisa untuk siang dan malam mengapa harus membeli satu waktu saja. Misalnya di warung makan ada beberapa menu, langsung saja beli sekaligus agar tidak mengeluarkan bensin.

Bisa juga dengan mengurangi makan di luar, lebih baik memasak sendiri. Tetapi, kalau perhitungan waktu dan biaya selisih sedikit, lebih baik beli. Contohnya seperti ini, saat belanja habis Rp100 ribu.

Saat dimasak mampu bertahan sekitar 5 hari, sementara kalau beli 1 hari hanya keluar uang Rp30 ribu. Memang bila dibandingkan, Rp30 ribu x 5 hari sama dengan Rp150 ribu.

Masih ada selisih Rp50 ribu, tetapi cobalah melihat sekeliling kita. Anda harus menambah biaya listrik, gas, air, belum lagi kalau makanan tersebut tidak termakan hingga akhirnya, hanya membuangnya saja.

Mengatur keuangan rumah tangga dengan tips hemat seperti ini memang harus dipikirkan secara detail. Jangan hanya yang terlihat oleh mata saja, agar perhitungannya tepat dan sesuai.

BACA JUGA :  Pentingnya Perencanaan Tabungan Hari Tua, Begini Caranya!

Harus diakui, untuk hidup hemat itu tidak mudah. Tetapi, bukan berarti tidak bisa, oleh karena itu cobalah secara perlahan dari sedikit. Jika lupa, lanjutkan lagi dan usahakan saling mengingatkan.

  1. Jangan Berhutang

Tips mengatur keuangan rumah tangga berikutnya adalah usahakan jangan hutang untuk keperluan konsumtif, seperti membeli handphone. Kalau dilihat ponsel lama masih bagus dan bisa digunakan, belum ketinggalan zaman.

Membeli baju, sementara bulan kemarin sudah beli hingga keluar uang sekitar Rp500 ribu lebih. Tip konsumtif semacam ini harus segera dihindari, karena akan merusak kondisi keuangan Anda.

Apalagi sampai hutang dan uangnya digunakan demi memenuhi kebutuhan yang bisa ditunda sebenarnya. Perlu diketahui, meminjam di uang di bank atau pinjaman online dampaknya cukup besar bagi keuangan.

Mereka memang memberikan berbagai ucapan manis, hanya saja ada tambahan pengembalian yang sangat tinggi. Misalnya saja, Rp1 juta kemudian, mengembalikan Rp1,3 juta, Anda rugi Rp300 ribu.

Jika, bisa bersabar angka Rp1 juta itu bisa diraih dalam waktu 2 bulan saja. Hal seperti ini harus segera dihindari, karena dalam mengatur keuangan rumah tangga, terjebak hutang akan sulit untuk keluar.

Lingkarannya seperti disini terus-menerus. Hal itu terjadi akibat adanya perasaan betapa mudahnya mendapatkan uang, jadi setelah lunas sepertinya meminjam lagi akan mudah, apalagi limitnya bertambah, maka jangan sampai terjun ke sana.

  1. Evaluasi Keuangan

Mengatur keuangan rumah tangga selanjutnya dengan melakukan evaluasi, untuk memudahkan lebih baik mencatat semua yang pernah dikeluarkan. Misalnya, hari ini membeli rokok, besok sabun dan seterusnya.

Catatan tersebut akan terlihat dan bisa dievaluasi, apakah pengeluaran itu harus atau tidak. Setidaknya lakukan setiap 3 bulan sekali. Lihat dengan seksama berapa plus atau minus yang dihasilkan.

BACA JUGA :  Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar Tidak Terjebak Hutang

Lihat bersama serta sepakati apakah pengeluaran itu harus dikurangi sejak sekarang atau masih dalam batas wajar. Perlu diingat dalam mengatur keuangan rumah tangga mengeluarkan uang Rp500 saja harus dihitung.

Jangan dibiarkan begitu saja, karena pengaruhnya sangat besar. Setelah evaluasi, cobalah untuk menjalankannya kalau memang kesulitan setidaknya, perlahan saja. Intinya, angka hasil akhir sesuai dengan target.

  1. Coba Investasi

Mengatur keuangan rumah tangga berikutnya bisa dicoba juga dengan melakukan investasi. Tabungan seperti ini saat ini sedang viral di berbagai kalangan, karena hasilnya memang sangat bagus dan menguntungkan.

Tetapi, jangan sampai salah pilih. Usahakan untuk mempelajarinya terlebih dulu, karena instrumennya sangat banyak, sementara dari semuanya punya kelebihan serta kekurangan masing-masing.

Pelajari dengan benar, jangan sampai kekeliruan kecil membuat Anda mendapatkan kerugian. Untuk satu atau dua tahun pertama jangan berpikir keuntungan, melainkan fokus dulu ke investasinya seperti apa.

Setelah mendapatkan hasil mulai dari kenaikan sampai deviden, baru berpikir untuk mengambilnya atau justru menambahnya. Harus diakui, investasi menjadi cara menabung terbaik untuk masa depan.

Hanya saja, perlu diketahui soal mental harus siap rugi terlebih dulu. Walau anjlok terlalu tajam, namun usahakan jangan menyerah rutin menabung, agar hasil akhirnya tetap berada di lingkaran positif.

Pada dasarnya mengatur keuangan ini sebenarnya cukup mudah, hanya saja Anda dan pasangan harus punya komitmen agar tetap berjalan sehat. Kalau memang ada keinginan, beli dengan uang di luar rumah tangga.

Ada banyak hal yang perlu diketahui ketika Anda sudah memutuskan untuk menikah. Salah satunya adalah, bagaimana caranya mengatur keuangan rumah tangga agar tidak minus dan terlilit hutang.