Mengenal jenis-jenis investasi
image source : shutterstock.com

Mengenal Jenis-jenis Instrumen Investasi yang Dapat Anda Lakukan

Investasi merupakan sebuah kebutuhan yang tujuannya agar mencapai kemapanan finansial di masa yang akan datang. Tentunya investasi harus disesuaikan dengan tujuan keuangannya dan profil risiko dari si investor.

Beberapa instrumen investasi seperti reksadana, saham, deposito, properti, emas dan obligasi adalah beberapa instrumen investasi yang menarik untuk saat ini. Tetapi, apabila instrumen investasi tidak disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keuangan, tentunya tidak akan mendapatkan imbal hasil yang diinginkan.

Investasi mempunyai sifat mengembangkan modal ataupun aset yang dimiliki, berbeda halnya dengan tabungan yang sifatnya hanya sekadar menyimpan saja. Di sisi lain, menabung lebih untuk kebutuhan keuangan yang liquid, sementara investasi lebih kepada tujuan jangka panjang yang ditargetkan.

Berikut beberapa instrumen investasi yang bisa menjadi pilihan:

  1. Deposito

Deposito adalah salah satu instrumen investasi yang telah terjamin di LPS. Selain aman, deposito juga memberikan suku bunga yang tidak terlalu agresif kepada nasabahnya. Selain itu, dana yang ditempatkan juga tidak liquid atau tidak bisa digunakan sewaktu-waktu. Deposito itu tidak fleksibel, karena dana dikuci selama 3 bulan atau beberapa tahun. Dan jika dana itu dicairkan sebelum jatuh tempo akan ada pinalti atau bunga yang tidak bisa diambil,

  1. Properti

Kebutuhan akan property makin kesini semakin terus meningkat seiring dengan kenaikan jumlah populasi dan tingkat kesejahteraan yang membaik. Dengan demikian, menempatkan investasi pada segmen properti memanglah cukup menarik. Tetapi, selain property yang harganya tidak murah, aset dalam bentuk properti juga tidak likuid karena harga yang mahal tentunya tidak semua orang mampu membeli properti dengan cepat. Sementara jika investor membutuhkan dana sewaktu-waktu, menggadaikan property juga tentunya tidak memaksimalkan keuntungan. Properti juga butuh biaya tahunan, meskipun pertumbuhan keuntungan properti menggiurkan, namun ini bukanlah asset yang bisa dijual dalam kurun waktu pendek (5 tahun misalnya),

  1. Emas

Emas dapat menjadi sarana investasi yang cukup menarik sekarang ini. Apalagi dengan hadirnya nabung emas, yang memungkinkan investor dapat mencicil uang mereka sampai terkumpul untuk dapat membeli emas dengan jumlah tertentu. Selain itu, emas juga termasuk aset yang likuid karena bisa di beli dan dijual kapan pun. Walau dianggap sebagai aset yang aman, emas juga memiliki fluktuasi harga. Fluktuasi harga emas bisa terjadi karena jumlah produksi yang terbatas, sementara permintaannya terus meningkat. Saat ini, orang orang lebih cenderung menjadikan emas sebagai salah satu instrumen diversifikasi investasi. Emas juga sesuai untuk disimpan jangka panjang, dan tidak mudah tergerus inflasi.

  1. Reksadana

Reksadana adalah salah satu produk yang underlying asset nya bisa berupa deposito, obligasi, atau saham. Dana nasabah yang kemudian dihimpun oleh manajer investasi yang telah berpengalaman dan nantinya akan dimasukkan dalam instrumen investasi sesuai dengan jenis reksadana yang ditentukan. Berinvestasi di reksadana juga terbilang mudah karena investor tidak perlu terjun langsung memantau investasinya, hanya sekedar memberi modal saja. Dana investasi sudah dipercayakan kepada manager investasi. Selain itu, nominal dana yang diperlukan juga tidak perlu besar, sehingga bisa dilakukan oleh siapa saja. Reksadana cocok diperuntukan oleh orang-orang yang ingin berinvestasi di pasar modal, namun tidak tahu cara menganalisa dan mungkin tidak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan riset. Ini adalah instrument invstasi yang menggabungkan funding dan menghimpun dana dari banyak investor dan dana ini akan dialokasikan ke berbagai instrumen. Nantinya nasabah akan memperoleh imbal hasil atau keuntungan dari dana gotong royong tersebut. Di sisi lain investasi reksadana cukup likuid, aman, diawasi OJK dan bebas pajak.

  1. Obligasi

Obligasi atau dikenal dengan surat utang yang dikeluarkan pemerintah atau perusahaan. Obligasi ini masih menarik untuk investasi jangka panjang. Apalagi, keuntungannya akan diberikan setiap bulan atau tahun melalui kupon. Hanya saja, investasi di obligasi dananya tidak likuid dan memiliki fluktuasi harga. Walaupun demikian, dana yang disetor untuk investasi dalam bentuk obligasi cukup terjangkau. Obligasi sangat cocok bagi investor yang profil risikonya mengarah pada risiko moderat. Karena, secara valuasi tidak seagresif saham namun return-nya menarik.

  1. Saham

Investasi saham merupakan salah satu instrumen investasi yang high risk atau tinggi risiko namun juga high return. Hal ini dikarenakan fluktuasi di pasar saham yang terjadi setiap hari akan mempengaruhi imbal hasil dari saham yang dimiliki. Di sisi lain, berinvestasi saham dapat memberikan return yang paling agresif dan menarik diantara instrumen investasi lainnya. Investor perlu memantau pergerakan harga saham, kondisi perusahaan, dan juga sentimen yang muncul, khususnya bagi mereka yang target nya hanya jangka pendek, maka ini sangat penting untuk diperhatikan. Namun bagi yang jangka panjang, maka tidak perlu selalu memantau pergerakan harga, cukup analisa di awal mengenai kualitas perusahaan yang akan kita beli sahamnya saja.

BACA JUGA :  Tips Strategi Investasi yang Efektif Agar Tercapai Financial Freedom

 

Itulah beberapa jenis investasi yang dapat kita lakukan. Semoga informasi ini bermanfaat.