Perencanaan Keuangan Perusahaan yang Mudah dan Tepat
Perencanaan Keuangan Perusahaan yang Mudah dan Tepat

Perencanaan Keuangan Perusahaan yang Mudah dan Tepat

Perencanaan keuangan perusahaan menjadi topik menarik yang banyak orang cari, terutama para pengusaha muda. Selain strategi, finansial plan juga harus dimiliki agar pengeluarannya sesuai dengan kebutuhan.

Perlu diingat, mengatur keuangan perusahaan tidak mudah. Berbeda saat Anda mencoba menerapkan kebijakan untuk diri sendiri dan rumah. Karena ada ego yang harus dikalahkan, sehingga keluar masuknya masih sesuai perhitungan.

Perusahaan dengan finansial plan bagus biasanya dapat bertahan lama meskipun ada badai datang seperti covid kemarin. Kemungkinan untuk tutup sangat kecil, karena memikirkan dengan tepat apa yang akan terjadi ke depan.

Maka dari itu, perlu ada sistem yang tepat sehingga semua dapat berjalan beriringan tanpa harus mengalahkan industri. Tetapi, bagaimana caranya? Pasti tidak mudah lama melakukan penerapan tersebut.

Ini Perencanaan Keuangan Perusahaan yang Sebenarnya

Perencanaan keuangan ini sangat penting dilakukan sebagai salah satu upaya melihat apakah secara finansial sehat atau memang perlu perhatian. Kesehatan ini berpengaruh besar terhadap rencana selanjutnya.

Sebuah industri bisa dikatakan besar dan bagus asalkan, perkembangan bisa cepat asalkan keuangannya sehat dulu. Oleh karena itu, sebagai pengusaha harus mempunyai strategi dalam mengaturnya, seperti membuat laporan.

Perencanaan keuangan perusahaan dengan laporan seperti ini membuat semua orang bisa tahu, apakah perjalanan masuk dan keluar seimbang atau justru minus. Usahakan melakukannya rutin setiap bulan.

Bila perlu disertai dengan bukti pengeluaran, jadi Anda bisa paham mana yang dikurangi dan tetap dipertahankan. Untung saja belum bisa dikatakan sehat, karena istilah itu bisa didapatkan jika selisihnya 10%

Misalnya, Pemasukan Rp10 juta maka setidaknya pengeluaran hanya Rp9 juta. Ini angka minimal, jika di bawah itu maka kondisi finansial kurang sehat, mengapa demikian? Perusahaan harus kuat dari dari segala bidang.

BACA JUGA :  Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar Tidak Terjebak Hutang

Melakukan perencanaan keuangan perusahaan seperti dapat menghindarkan Anda dari kerugian dan kebangkrutan. Misalnya saja terjadi pandemi aktivitas menjadi terhambat harus ada solusi jitu untuk mengatasinya agar minus dapat ditekan.

Jika mempunyai uang setiap bulannya Rp1 juta maka, saat dibutuhkan bisa digunakan. Hanya saja, angka itu sedikit walaupun sudah memenuhi minimal. Keuangan dikatakan sehat apabila perusahaan mampu menekan pengeluaran.

Tetapi tidak menurunkan kualitas sama sekali. Dengan menggunakan laporan tersebut, bisa dijadikan bahan pertimbangan apakah ada yang harus dikurangi hanya saja, jangan sampai merugikan bahkan mengorbankan fasilitas karyawan.

  1. Membaginya ke Beberapa Pos

Perencanaan keuangan perusahaan bisa dilakukan dengan membagi ke dalam beberapa pos. Misalnya, pemasukan bisa menyentuh Rp100 juta. Maka, bagi untuk operasional. Karyawan, listrik dan lain sebagainya.

Hal ini memberikan kredit poin bagaimana penghematan bisa terjadi. Misalnya, biaya listrik harusnya Rp30 juta, ternyata bertambah menjadi Rp31 juta. Cari tahu dulu, mengapa bisa bertambah.

Jika, memang untuk keperluan operasional masih bisa dimaafkan. Tetapi, tetap saja, harus ada yang dikurangi, tidak boleh lebih dari Rp30 juta. Apa yang dapat dilakukan untuk mencapainya hanya Anda sendiri.

Artinya dalam perencanaan keuangan perusahaan dengan membagi ke beberapa pos, harus tahu bagaimana kebiasaannya. Contohnya setiap hari lampu hidup, coba di ruangan atasan untuk dimatikan, apalagi yang dekat jendela.

Di mana kondisinya mereka sudah mempunyai penerangan dari luar atau apa saja, agar dana listrik itu tetap di angka Rp30 juta tanpa mengurangi fasilitas karyawan. Misalnya kecepatan wifi diturunkan.

Hal ini akan mengganggu kinerja mereka, cobalah cari cara lain. Membagi keuangan ke dalam beberapa pos membuat Anda bisa mengembangkan perusahaan dengan lebih cepat, karena anggaran bisa fokus.

BACA JUGA :  Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar Tidak Terjebak Hutang

Misalnya untuk membuka kantor baru di luar kota, maka harus ada anggaran 40% dari pemasukan sementara sisanya harus dikurangi. Semakin cepat uang terkumpul, membuat semua strategi mudah dikerjakan.

Perencanaan keuangan perusahaan seperti ini mempunyai beberapa risiko seperti perhitungan yang salah sehingga penekanannya keterlaluan. Maka dari itu hitung secara pasti jangan sampai meleset Rp1 saja.

  1. Mengontrol Kelancaran Kas Setiap Bulan

Selanjutnya adalah lihat arus kas dan harus mengontrolnya setiap bulan. Maka, usahakan membuat laporan awal bulan dan akhir di tanggal yang sama. Misalnya, 25 adalah awalnya maka 24 adalah penutupnya.

Selama satu bulan laporkan bagaimana keadaan finansialnya apakah bagus atau tidak.  Perencanaan keuangan perusahaan dengan melihat arus kas ini memberikan dampak positif, yaitu mampu menekan pengeluaran.

Sebagai contoh perlu ada tambahan karyawan. Tetapi, sebenarnya lainnya bisa memaksimalkan pekerjaan itu, lebih baik hindari menambah cobalah, maksimalkan kinerja karyawan dengan memberikan bonus tambahan di akhir bulan.

Jika totalnya adalah 10 orang, maka Anda dapat memberikan Rp100 ribu per orang, satu pekerjaan dibagi 10 karyawan. Hal ini mampu menghemat sekitar Rp300 ribuan, tergantung UMR masing-masing daerah.

Perencanaan keuangan perusahaan seperti ini terkesan boros, karena seharusnya tambahan satu pekerjaan itu bisa dikerjakan 5 karyawan saja. Tetapi, lihat jangka panjangnya, tambah sedikit penghasilan banyak.

Bukan tidak mungkin, semangat mereka akan bertambah sehingga mampu memacu produksi walau hanya sedikit, penambahan seperti ini tetap perlu. Kelebihannya bisa masuk kas sebagai dana cadangan.

Inilah alasannya mengapa laporan keuangan terutama kas harus dilihat setiap bulan. Selain mampu menghemat Anda juga bisa fokus serta teliti, jadi pengeluarannya tidak ada yang terlewat sama sekali.

BACA JUGA :  Pentingnya Perencanaan Tabungan Hari Tua, Begini Caranya!

Selain itu, Anda juga harus mengatur kapan pembayaran konsumen harus dilakukan, bila sistemnya dilakukan selama 1 bulan sekali. Termasuk juga perusahaan ke partner lain, membayar harus tepat waktu, menghindari hutang.

  1. Mengurangi Risiko yang Merugikan

Perencanaan keuangan perusahaan berikutnya adalah mencoba mengurangi risiko, misalnya saja Anda membutuhkan tambahan modal. Jangan sampai hutang ke instansi lain untuk menutup, pakai uang pribadi dulu.

Jika, memang belum cukup tawarkan kerja sama yang menguntungkan bagi mereka. Bisa dengan pembelian saham, atau proposal kinerja ketika nanti sudah ada keuntungan pembagiannya dibagi menjadi dua.

Tetapi, penawaran ini bersifat baru. Contohnya, perusahaan bergerak di bidang kuliner, ingin mencari modal tambahan. Tawarkan ke perusahaan untuk membiayai menu baru sertakan pula tingkat keuntungannya.

Perencanaan keuangan perusahaan seperti ini lebih sehat dibandingkan dengan hutang. Perlu diingat ada bunga cukup tinggi harus dibayar, hal itu membuat Anda kesulitan keluar dan terus berada di dalam lingkarannya.

Inilah pentingnya mengetahui arus kas, dan pembuatan laporan setiap satu bulan sekali. Anda bisa melihat perjalanan keuangan kemudian, mencari solusi terbaik. Mau bagaimana perusahaan dijalankan kedepan.

Berbagai perencanaan strategis membantu mengembalikan finansial perusahaan lebih baik. Walau membutuhkan waktu, usahakan untuk tidak mengambil risiko hutang dulu, kecuali dalam keadaan mendesak, boleh saja tetapi tidak perlu banyak.

Secukupnya saja agar beban pengembaliannya tidak terlalu tinggi. Tetapi, tetap usahakan mengembalikan secepatnya. Bukan hanya uangnya saja melainkan kesehatan keuangan perusahaan, sehingga terhindar dari pailit.

Dalam perusahaan kesehatan finansial menjadi modal utama agar industri bisa berjalan lancar tanpa gangguan. Maka dari itu, perlu ada perencanaan keuangan perusahaan sehingga berbagai strategi dapat dijalankan.