Tips berinvestasi di Reksadana bagi Pemula
image source : shutterstock

Tips Berinvestasi di Reksadana bagi Pemula

Penghasilan yang Anda dapatkan setiap bulannya, baik besar maupun kecil, alangkah lebih baik apabila disisihkan beberapa persen untuk diinvestasikan. Tujuannya adalah untuk dapat merencanakan masa depan yang lebih cerah. Salah satu instrumen investasi yang sangat cocok untuk pemula adalah Reksa Dana. Apa itu reksa dana ?

Reksa dana merupakan wadah untuk menghimpun modal/dana dari masyarakat pemodal (investor), yang nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi, ke dalam beberapa instrumen seperti obligasi, deposito atau saham.

Selain itu, investasi di Reksa Dana tidak lah harus dengan modal atau dana yang besar, bisa dengan modal kecil lalu dikelola secara professional oleh manajer investasi yang terdaftar dan dikawal oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Reksadana ini juga merupakan  sarana investasi yang praktis dan mudah bagi pemula.

 

Berikut adalah Tips investasi reksa dana:

  • Menentukan tujuan investasi

Sebelum melakukan pembelian di reksadana, Anda perlu mengetahui tujuan investasi Anda, apakah untuk dana pensiun, untuk dana pernikahan, dll yang memiliki jenjang waktu yang singkat atau pun panjang, karna akan sangat berpengaruh ke instrumen yang sesuai. Hal ini penting untuk menjadi patokan dalam menentukan reksa dana yang cocok setelah mengetahuinya.

 

  • Mengenali Profil Resiko

Resiko profil adalah kemampuan dari investor untuk menerima kemungkinan atas penurunan nilai pokok investasi demi meraih potensi imbal hasil keuntungan yang lebih besar. Ada beberapa jenis profil resiko antara lain konservatif, moderat, dan agresif. Seorang investor dengan profil risiko agresif akan cenderung mempunyai toleransi risiko yang tinggi, yang memungkinkan untuk berani menerima kehilangan sebagian besar uangnya demi mengejar imbal hasil keuntungan yang lebih besar.

BACA JUGA :  Tips Mengatur Keuangan Pribadi

Lain halnya pada seorang investor dengan profil risiko konservatif, cenderung akan memilih produk yang dapat mempertahankan dan menjaga pokok investasinya. Karena itu, sangat penting untuk Anda perlu mengenali profil risiko yang sesuai. Agar dapat mengetahui profil risiko Anda yang sesuai, Anda dapat mengisi kuesioner profil risiko yang ada di formulir pembukaan rekening.

 

  • Menentukan lebih dulu jangka waktu investasi

Setelah mengetahui profil resiko, selanjutnya Anda bisa menentukan jangka waktu investasi yang sesuai. Bila jangka waktu investasi Anda kurang dari satu tahun, Anda dapat memilih reksa dana ‘pasar uang’ yang mayoritas nya berisi deposito, sehingga risiko yang dihadapai pun akan lebih rendah, dan imbal hasilnya juga cenderung lebih stabil.

Untuk jangka waktu sekitar 1-3 tahun, Anda bisa memilih reksa dana pendapatan tetap. Kemudian jika untuk jangka waktu 3-5 tahun, Anda dapat memilih reksa dana campuran. Terakhir, apabila Anda menginginkan investasi yang lama yaitu  lebih dari 5 tahun, maka reksa dana saham bisa menjadi pilihan yang tepat. Perlu diperhatikan bahwa jangka waktu investasi ini hanya merupakan panduan umum saja. Untuk memulai berinvestasi, Anda tetap lah harus terlebih dahulu mengetahui profil risiko tersebut.

 

  • Mencari manajer investasi terpercaya

Manajer investasi merupakan pengelola dana masyarakat yang telah terkumpul, untuk kemudian diinvestasikan ke dalam berbagai instrumen dalam bentuk reksa dana.

Untuk menghasilkan reksa dana yang terbaik, Manajer Investasi tersebut akan berupaya untuk mengelola berdasarkan analisa keuangan dan analisa pasar secara menyeluruh. Perusahaan manajer investasi yang mempunyai reputasi baik pada umumnya mempunyai tim investasi yang lengkap dan proses investasi nya terstruktur dan bisa dipertanggungjawabkan.

 

  • Menggali informasi bagaimana uang Anda akan diinvestasikan

Keterangan tertulis dan terperinci yang ada pada prospektus reksa dana, akan dapat memberikan informasi berupa bagaimana proses uang yang Anda investasikan, siapa saja komite investasi yang mengelola dana nasabah dan informasi lain mengenai produk secara lebih detail.

BACA JUGA :  Mengenal Jenis-jenis Instrumen Investasi yang Dapat Anda Lakukan

 

  • Mengenali dan Periksa Biaya-Biaya Reksa Dana

Ketika berinvestasi pada reksa dana, ada beberapa biaya yang dikenakan kepada investor, antara lain biaya pembelian unit penyertaan/subscription fee, biaya penjualan kembali unit penyertaan/redemption fee, biaya pengalihan unit penyertaan/switching fee, dan biaya transfer bank terkait (apabila ada).

Itulah beberapa tips investasi reksadana bagi pemula, Tunggu apa lagi kawan? Ayo kita mulai berinvestasi reksadana sekarang juga agar tujuan investasi kamu di masa depan segera tercapai.